Laskar Kurdi telah melancarkan apa yang mereka sebut “serangan besar-besaran” terhadap ISIS di Irak utara. Para pejabat keamanan Kurdi mengatakan mereka melaksanakan operasi dekat bendungan Mosul.
Mereka dibantu oleh tiga serangan udara koalisi yang dipimpin Amerika dekat bendungan Mosul dan tiga lagi serangan udara dekat Tal Afar. Sejumlah gedung ISIS dan senjata berat dihancurkan.
Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi memberitahu Associated Press hari Rabu (21/1) bahwa serangan udara koalisi terhadap ISIS “sangat ampuh.” Tetapi, ia mengatakan pemerintahannya memperkirakan lebih banyak bantuan akan diberikan oleh masyarakat internasional.
Abadi menekankan perlunya bertempur di darat dan mengatakan latihan dari para penasehat militer internasional perlu berjalan dengan lebih cepat.
Presiden Amerika Barack Obama meminta kepada Kongres dalam pidato kenegaraannya hari Selasa (20/1) agar meluluskan rancangan undang-undang yang mengesahkan penggunaan senjata terhadap ISIS untuk menunjukkan “negara bersatu dalam misinya.”
Pasukan Amerika di Irak membantu melatih pasukan Irak dan tidak terlibat dalam pertempuran.
Pasukan Kurdi Irak Terus Desak Mundur Militan ISIS di Sinjar
Ribuan pejuang Kurdi Sabtu (20/12) terus mendesak mundur militan Negara Islam (ISIS) di pegunungan Sinjar, Irak barat laut, dua hari setelah mengakhiri pengepungan militan itu terhadap ribuan kelompok minoritas Yazidi.
Para pemimpin Kurdi dan wartawan mengatakan pejuang Kurdi – dibantu serangan udara pimpinan Amerika – menguasai bagian utara gunung Sinjar dan bergerak ke arah selatan menuju kota Sinjar dan Tal Afar di sebelah timur.
Sabtu petang, para wartawan melaporkan ada banyak anak bersorak-sorai dan pejuang Kurdi mengibarkan bendera di gunung itu.
Konvoi bantuan terdiri dari 32 truk yang dikirim oleh pejuang Kurdi Irak tiba di gunung itu Sabtu.
Kelompok jihad ISIS awal tahun ini sempat menguasai hampir sepertiga wilayah Irak dan Suriah sehingga memicu gelombang kekerasan.
Kota Sinjar dan Zumar jatuh ke tangan ISIS Agustus, memaksa puluhan ribu orang Yazidi mengungsi ke pegunungan dimana mereka lalu terkepung.
Sejak itu, pejuang Kurdi dan Yazidi telah merebut kembali sebagian besar wilayah yang sempat dikuasai ISIS di Irak utara.(VOA)

Tidak ada komentar